Pendidikan 

Donal Gabe Dituding Tipu Warga Terdampak Sinabung

KARO-METROPUBLIKA|Donal Gabe (37), pria akrab julukan “Ketua Donal” yang dikenal sosok berperan aktif mengurusi salah satu organisasi kepemudaan di Sumatera Utara, dituding keras telah menipu oknum warga terdampak erupsi Sinabung, F.S (34), uang bernilai ratusan juta rupiah.

 

Tudingan keras ini mencuat, Sabtu, (27/1/2018), dari saudara dan sahabat karib FS, Simon Ginting  alias Satgas (34), warga Desa Jandi Meriah, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, di Tiganderket. Dikatakan, aksi maut Donal terungkap karena belakangan ini FS sering mengeluh soal kerjasama.

 

Diceritakan Simon, sesuai apa yang diketahuinya dari sahabatnya FS, pada tahun 2017 saat gencar gencarnya realisasi APBD Kodya Medan, Ketua Donal menjalin kerjasama dengan FS mengerjakan “Rehab Kantor Dinas Pendidikan Kodya Medan” dengan kesediaan anggaran sebesar Rp.711.000.000.

 

Kesepakatan pun terealisasi bersyarat untung kegiatan dibagi rata dengan catatan perusahaan dari Donal dan modal dari FS senilai Rp. 250.000.000. Awalnya, metode istilah “Sub” diarahkan kepada sahabat FS, W. Hidayat (36) warga Berastagi yang juga merupakan jajaran Donal dalam organisasi.

 

Namun, saat itu, kata Simon, angka yang ditawarkan Wahyu Hidayat sebesar Rp.400.000.000, guna penuntasan kegiatan rehab kantor Disdik di Jln Pelita IV No.77 Medan Perjuangan itu justru ditampik Ketua Donal Gabe, hingga berujung ke pihak lain (jaringan Donal) dengan angka deal Rp.350.000.000.

 

Setelah kegiatan tuntas pada Desember 2017 dengan metode pencaiaran 2 (Dua) tahap, ucapnya lagi, tiba-tiba Ketua Donal berdelik “Rugi”. Donal menyatakan bahwa untuk menuntaskan kegiatan rehab kantor Disdik Pemerintah Kota Medan tersebut menghabiskan biaya sebesar kurang lebih Rp. 850.000.000.

 

“Ini suatu sikap luar biasa dari seorang pemimpin tersohor dalam organisasi. Padahal uang biaya modal awal sebesar 250 juta itu dipinjam dari saudara kita di lingkar Gunung Sinabung ini dengan suku bunga yang relatif tinggi. Anehnya, ketua itu sulit ditemui sejak kegiatan sudah clear.

 

Jangan nanti ketua itu silap, karena tau dia bahwa kami ini merupakan orang karo yang lemah dan berdomisili di area bencana sehingga muncul sikap sepele. Kalau untung proyek itu, kami seluruh keluarga besar kaki sinabung mengikhlaskan itu, tapi modal itu harus kembali,” ujar Simon.

 

Lanjutnya, jika ketua Donal tidak beritikad baik terhadap saudaranya (impal-adat karo) FS, pria satu kampung dengan Adven Bangun itu mengaku akan menindaklanjuti hal ini ke ranah hukum dan bakal mengajak seluruh keluarga dan warga kaki sinabung melakukan aksi ke rumah ketua Donal.

 

“Warga dan keluarga yang terdampak di kaki gunung sanapun sangat butuh biaya untuk bertahan hidup dan biaya untuk anak sekolah. Sewajarnya ketua itu lebih memperhatikan situasi kami warga terdampak ini daripada happy-happy dengan pihak yang membuatnya nikmat,” tutup ex napi ini.

 

Sementara itu, FS diduga korban tipu muslihat, ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan, termasuk Metropublika.com, Minggu, (28/1/2018), via telepon selulernya, membenarkan semua penjelasan saudaranya Simon G, namun, sampai saat ini dirinya berharap agar Donal Gabe beritikad baik.

 

“Sebenarnya saya secara pribadi tidak menyangka hal ini bakal dilakoni ketua saya sendiri, tapi yang namanya hidup pasti ada saja sesuatu diluar dari dugaan. Dalam hal ini, saya hanya didesak pihak keluarga, sahabat, termasuk rekan juang di lembaga sehingga saya bingung menentukan sikap.

 

Justru itu, dalam kesempatan ini saya berharap kiranya ketua Donal Gabe berkenan mengembalikan modal awal sebesar Rp. 250.000.000, itu. Kalau berkaitan kalkulasi untung dalam kegiatan proyek itu, saya ikhlaskan walau ada beban angka yang harus saya tanggungjawapi,” tutup FS sedih.

 

Sementara itu, berkaitan penelusuran ini, informasi berkembang bahwa oknum yang dituding oleh julukan satgas telah menipu saudaranya itu, disebut-sebut diduga keras telah turut menipu pihak WNA (Warga Negara Asing) asal negara tetangga sebesar Rp.82.000.000.

 

“Luar biasa memang itu pak, ketua itu juga telah meminta uang 82 juta dari teman saya beberapa bulan lalu, katanya untuk mengurus administrasi dan sekaligus merehab kantor teman saya di Medan. Tapi sampai detik ini faktanya nol besar,” ujar warga di Berastagi, Minggu, (28/1/2018).

 

Berkaitan munculnya tudingan terhadap ketua Donal, soal diduga menipu warga terdampak erupsi gunung sinabung, termasuk pengakuan beberapa pihak terkait perlakuan yang sama, beberapa kali hendak dikonfirmasi guna mendapat keterangan sebagai penyeimbang sajian berita, tidak berhasil.

 

Secara terpisah, Sekretaris LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) Kabupaten Karo, Lamhot Situmorang Pande, bersamaan dengan Ketua MCE (Masyarakat Cinta Letjen TNI Edy), Philip Surbakti dan Korlap Tim Barisan Reaksi Cepat Membangun Daerah (Tim Baret Merah), Teksi Tarigan, Ralim Lubis, Erwin S, Robet T, Belsatar T dan Sempurna P, mengaku prihatin atas situasi FS.

 

Mereka berkilah, yang dialami FS dan oknum WNA benar adanya, para aktifis kontrol sosial yang juga bagian dari OKP di Karo itu menggelontorkan pernyataan sikap unik. Para aktifis sosial ini akan menelusuri kualitas proyek rehab kantor disdik kodya medan yang dinyatakan menelan 850 juta.

 

“Jika hal ini benar adanya, sewajarnya  ketua Donal mesti bersikap positif dalam penuntasan situasi ini. Kalau beliau tetap bersikukuh dengan sikapnya, maka kami akan menindak lanjuti statemennya yang menyatakan bahwa biaya rehab kantor Disdik Kodya Medan menelan dana sebesar 850 juta.

 

Kita akan menelusuri kualitas fisik yang dikerjakan pihak ketua Donal dengan cara menjalin kerja sama dengan para pimpinan kami di Sumut. Berarti, pihak Pemerintah Kodya Medan tidak efektif dalam melakukan tupoksi  dalam hal perencanaan pembangunan yang menggunakan anggaran sebagian dari rakyat,” ujar mereka satu persatu. (Red-01-lsp/Tim Sus-Gons/pur). —— BERSAMBUNG ——

Related posts

Leave a Comment