Ekonomi 

FORMASI ‘Kadoi’ Pemerintah Karo Hasil Panen Hidroponik

METROPUBLIKA-TANAH KARO | Forum Masyarakat Sinabung (FORMASI) diketuai Dr Aleks Barus Phd, serahkan bingkisan berisi sayuran hasil hidroponik kepada Pemerintahan Karo. Dua kotak bingkisan masing-masing berisi Selada Lollorosa, Selada Hijau dan Sawi Fatcoy merupakan hasil panen perdana hidroponik di Grand Orri Berastagi diterima Bupati Karo dan Ketua DPRD Karo, Kamis (8/9/2016) di Kabanjahe.

Penyerahan kado sayuran segar hasil teknologi air terhadap 2 (dua) Lembaga Pemerintahan tersebut disikapi Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bidang Hidroponik FORMASI Jhon Modal Pencawan didampingi Humas dan Publikasi Lamhot Situmorang serta sejumlah aktivis FORMASI yang ada di Karo. Prosesi penyerahan panen perdana hidroponik tersebut dilakukan di tempat yang berbeda.

Satu kotak bingkisan untuk jajaran Legislatif Karo diterima langsung Ketua DPRD Karo Nora Else Surbakti didampingi Wakil Ketua Inolia Ginting SE, serta sejumlah figur fraksi yakni Amri Tarigan, Jhon Karya Sukatendel, Onasis Sitepu SE, Sarijon Bako SP dan Jun Adi Arief Bangun, Kamis (8/9/2016) di Aula Gedung DPRD Karo Jln Veteran No.10 Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumut.

 

Sementara 1 (satu) kotak lagi untuk Pemkab Karo diterima langsung Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, Kamis (8/9/2016) didampingi sejumlah staf di ruang tamu Kantor Bupati, Jln Jamin Ginting No.17 Kabanjahe, Karo, Sumut. Prosesi penyerahan daun sayuran lalap berlangsung arif dan diwarnai acara “mencicipi” daun lalap yang telah disediakan FORMASI secara khusus untuk umum.

Sebelum penyerahan bingkisan terhadap kedua figur pimpinan Kantor Lembaga Pemerintahan tersebut, terlebih dahulu Ketua Pokja Bidang Hidroponik FORMASI Jhon Modal Pencawan memaparkan maksud dan tujuan aksi positif yang dilakukannya. Dikatakan, aktivitas tersebut merupakan “Revolusi Pertanian” dari Konvensional ke Teknologi Modern.

Implementasi Revolusi Pertanian yang dicanangkan di Sumut khususnya di Karo, kata Jhon, dilandasi hasil analisis Ketua Umum FORMASI Dr Alek Barus P,hd yang menyatakan bahwa bercocok tanam ala hidroponik bermuatan “Simbiosis Mutualisme”. Faktanya, metode tani hidroponik salah satunya system paling sederhana yang menghasilkan bahan pokok steril kimia.

 

“Nah, selain berpotensi menyehatkan raga bagi setiap pelaku cocok tanam hidroponik yang sekaligus mengkonsumsi hasilnya, konsep ini juga berpeluang meningkatkan sektor ekonomi warga yang sumber mata pencaharian sehari-harinya sebagai petani. Alasannya, karena harga hasil panen yang menganut system hidroponik relatif tinggi,” ujar Atlit peraih Medali PON tahun silam itu.

Lanjut figur Kabag Hukum PTPN II itu, dalam konsep hidroponik, petani tidak diharuskan memiliki lahan luas agar masuk kategori skala komersil. Jika ditekuni, petani berpeluang sejahtera yang bercocok tanam di seluas antara 3000 M2-5000 M2 (0,3-0,5 Ha). Satu hal lagi, papar Jhon, bahwa bercocok tanam bermetode hidroponik tidak mengenal istilah musim kemarau yang berpotensi menggagalkan panen.

“Jadi, beranjak dari pemahaman ini, kami selaku kelompok masyarakat yang tergabung di FORMASI melirik fenomena terkini di Karo khususnya dampak guncangan erupsi Gunung Sinabung. Kita ketahui, bahwa para warga pengungsi yang direlokasi hanya dibekali 0,5 Ha lahan pertanian sebagai sumber mata pencaharian. Kami tersentuh dan terfikir, apa yang bisa kami terapkan terhadap mereka (pengungsi).

Sebelum menerapkan konsep tersebut, justru itu terlebih dahulu kami membuat lahan percobaan di Grand Orri Berastagi. Alhasil, ternyata hasil rencana tulus dikabulkan tuhan sesuai harapan. Melalui fakta yang sudah kita ukir, besar harapan kami kiranya pihak pemerintah di Sumut terkhusus di Karo berkenan bekerjasama dengan kami dalam menerapak metode ini terhadap warga.

 

Sementara itu, menanggapi paparan Jhon Modal Pencawan, Ketua DPRD Karo Nora Else Surbakti mengaku mengapresiasi konsep positif yang direncankan FORMASI untuk warga Sumut khususnya Tanah Karo. Demi terwujudanya harapan bersama terkait penerapan konsep Hidroponik, ungkap Nora, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Karo.

Senada dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, dalam paparannya, dirinya turut mengapresiasi pihak-pihak yang berperan positif dalam memajukan bumi turang (Tanah Karo) termasuk salah satunya FORMASI. Menurutnya, untuk membangun karo lebih maju, bukan harus jadi seorang pejabat khusus. Fakta telah diukir rekan FORMASI dari sektor Pendidikan dan Pertanian.

“Saya mewakili Pemerintahan Kabupaten Karo mengucapkan terima kasih atas segala aksi positif yang telah diimplementasikan rekan FORMASI. Tentunya masukan-masukan konstruktif akan kita koordinasikan terhadap jajaran yang membidangi termasuk mitra kerja kita yang ada di Lembaga Legislatif. Harapan FORMASI tidak terlepas merupakan harapan kami selaku pemerintah,” ujar Bupati Karo. (RED-01-LAMS/Edy S/Wahyu/Brama/Pandi Pratama)

Related posts

Leave a Comment