Ekonomi 

Hasil Tani Pengungsi Sinabung Butuh Perhatian Pemerintah

METROPUBLIKA-TANAH KARO |Harga jual hasil panen kentang warga pengungsi sinabung yang direlokasi ke area hutan Siosar, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumut, perlu diperhatikan secara serius oleh pemerintah pusat dan daerah. Hal ini bertujuan agar nilai jual hasil tanaman petani yang baru lepas dari cengkaraman erupsi sinabung tersebut tidak menjadi sasaran empuk tengkulak.

Amatan metropublika, pasca panen perdana tanaman kentang milik Rina Sitepu (36) warga Desa Simacem Relokasi Siosar, harga jual hasil panen tersebut tidak stabil. Dalam satu hari saja bisa terjadi harga yang bervariasi walau kualitasnya sama. Saat panen perdana, tepatnya akhir bulan september 2016 kemarin, nilai jual diinformasikan hingga mencapai Rp.13.000 per Kg ditampung oleh tengkulak.

Harga jual kentang tersebut mengukir catatan nilai termahal selama kurun waktu 5 (lima) tahun belakangan ini. Semangat dan kebahagiaan warga lainnya di relokasi siosar tampak berapi-api setelah mendengar bahwa harga komoditi kentang drastis melonjak tinggi. Namun, pasca panen awal, harga tersebut berubah-ubah dari harga Rp.13.000 jadi Rp.11.000 dan turun Rp.9.000 bahkan jadi Rp.7.000.

Hal ini diungkap aktivis LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) Kabupaten Karo Panitra Barus, Rabu, (26/10/2016) kepada sejumlah wartawan di Kabanjahe. Dijelaskan, perubahan sewaktu-waktu harga jual tersebut merupakan dinamika produk tani Indonesia, khususnya di Sumut terutama di karo yang merupakan area strategis pertanian untuk tanaman muda (sayuran) dan tanaman keras.

“Memang benar bahwa fenomena harga kentang yang drastis melonjak tinggi membuat warga di relokasi siosar yang bercocok tanam kentang spontan semangat. Namun situasi tersebut sangat berpengaruh ke denyut jantung warga petani yang mana lahannya belakangan dipanen. Jadi, jika pemerintah turut berperan dari awal, kita berharap agar tahap akhirnya juga disikapi,” ujar Barus.

Lanjut figur Manager Pertanian LSM KCBI Karo yang diketahui telah lama bernaung di NGO USAID menggeluti Bidang Pertanian tersebut meminta agar pemerintah dan pemerintah daerah berbenah menyikapi petani karo yang selama ini metodenya diibaratkan ‘berjudi’. Karena di karo, kata Panitra, sering hasil panen tanaman bagus namun harga jualnya tidak sesuai harapan hingga bermuara duka.

Masih kata warga asal Desa Tangkidik Kec Barusjahe yang kini tengah berbaur dengan warga relokasi siosar itu. Menurutnya, harga bahan baku pertanian dan harga setelah diproduksi memiliki situasi unik dan berkesan tidak adil. Faktanya, seperti kerupuk kentang dan saus harganya tidak pernah naik turun sekalipun terjadi gejolak harga, tapi hasil tanaman sering kali busuk dilahan karena tidak laku.

“Nah, kalau dipikir-pikir situasi ini sangat-sangat kejam, petani harus membeli bahan obat-obatan pertanian termasuk pupuk yang nilai harganya tidak pernah turun. Tapi hasil tanaman para petani cendrung diobok-obok tengkulak. Jadi wajar tengkulak senantiasa sejahtera dan pihak perusahaan pengelola bahan baku hasil pertanian tetap jaya, hal ini terjadi diduga karena minimnya perhatian.

Jujur, saya mengakui bahwa saat ini warga relokasi siosar penanam kentang bantuan Bapak Presiden Ir. H. Joko Widodo yang disalurkan melalui BNPB Pusat sangat bahagia. Ini riil, karena saya sendiri terlibat didalamnya membantu mengerjakan lahan keluarga di sana. Jadi, mengingat masa panen tanaman kentang keluarga ditahap terakhir, detak jantung inipun terasa tidak normal,” tutup P.Barus.

Berkaitan pemasaran hasil panen kentang warga relokasi siosar, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Laksda TNI Willem Rampangilei melalui Kasubdit Pengendalian Operasi Darurat Dicky Julianto didampingi staf ahli tanggap darurat BNPB Hery, pekan lalu, kepada metropublika mengaku akan melaporkan situasi hasil tani warga Siosar tersebut ke pimpinannya.

“Terimakasih informasinya, ini merupakan hal prioritas untuk ditindaklanjuti demi menjamin kesejahteraan masyarakat petani khususnya yang berada di relokasi siosar. Kami sangat yakin bahwa hal-hal seperti ini cepat direspon Bapak Presiden. Kami tetap fokus memantau perkembangan warga relokasi siosar yang saat ini sudah mulai membaik. Ini amanah bapak Presiden Jokowi,” tutup Dicky. (Red-01-Lamhot Situmorang)

Related posts

Leave a Comment