Uncategorized 

Pastor Nyatakan “Relokasi Siosar” ‘Panca’ Tersukses

Prosesi peletakan batu pertama Gereja Katolik St Theresia Desa Berastepu, Kec Simp Empat Karo, Sumut, Minggu, (4/2/2018) di area Desa Gajah, Simp Empat Karo. Foto / L@mhot Situmorang Pande.

METROPUBLIKA – LINGKAR SINABUNG |Bunyi injil Johanes 8 : 32, yakni, kamu akan mengetahui tentang kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu, sepertinya telah diizinkan tuhan menjadi suatu fakta riil, khususnya berkaitan penanganan korban erupsi sinabung yang sebagian besar tercatat kurang efektif.

Faktanya, pada saat prosesi peletakan batu pertama pembangunan gereja peruntukan korban sinabung khususnya jemaat Katolik St.Threseia Stasi Desa Berastepu, Minggu, (4/2/2018), di Desa Gajah Kec Simpang Empat, Kab Karo, Pastor Paroki Santo Petrus Paulus (SPP) Kabanjahe, RP Karolus Sembiring OFM Cap, mencuatkan penilaiannya.

Dikatakan, penanganan pengungsi sejumlah 370 KK di “Relokasi Siosar” merupakan Penanganan Bencana (Panca) tersukses di seluruh penjuru nusantara bahkan dunia. Terbukti, kata pastor, seluruh fasilitas bersifat pendukung pembaharuan hidup baru serta penerapan system perekrutan warga tergolong luar biasa.

Sementara, seluruh warga korban sinabung asal Desa Berastepu yang merupakan jemaat Katolik, diketahuinya melakukan swadaya untuk mendirikan Gereja Katolik St Theresia di seputaran Desa Gajah Kecamatan Simpang Empat, Karo. Namun pastor Karolus tetap berprinsip menunjukkan sikap positif terhadap jemaat.

“Kita layak turut mengucapkan terimakasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah memberikan perhatian seirus ke karo berkaitan penanganan korban erupsi. Beliau (Presiden) telah memberikan contoh penanganan terbaik se indonesia yakni “Relokasi Siosar” yang sejatinya jadi acuan tahap berikutnya.

Namun, dibalik situasi ini, kita selaku umat Katolik yang senantiasa mujizat tuhan, diharap agar tidak pernah  lemah  bahkan defresi hingga bertindak yang tidak disenangi tuhan. Kita harus sadar dan percayai isi doa yang diajarkan tuhan yakni, Jadilah Kehendakmu Diatas Bumi Seperti Dalam Surga.

Jika kita yakin sepenuhnya dan senantiasa bersyukur dalam kondisi apapun, maka kehendak tuhan tidak pernah bermuara kehancuran, melainkan kebahagiaan dan kemuliaan. Sesuai renungan hari ini dikutip dari Ayub 7:1-4.6-7 dan 1 Korintus 9:16-19, 22-23, menyimpulkan bagi yang percaya akan menerima anugerahnya,” ucap pastor.

Lanjut Pastor Karolus, jembatan dalam menerima anugerah tuhan adalah “Kepercayaan” “Kedamaian” dan “Kebersamaan” guna menyikapi segala bentuk rintangan kehidupan. Terima dan Kasih suatu potret kebersamaan, menghapus sikap iri dari diri dan menjalin keharmonisan merupakan wujud Kedamaian.

Mengakhiri khotbah, pastor Karolus Sembiring, mengucapkan terimakasih atas kesediaan waktu tamu undangan oleh pihak panitia, terdiri dari pihak Kementerian Agama Provinsi Sumut, Pemkab dan Jemaat Nasrani Simalungun diwakili Ir.Robinson , Danramil Simpang Empat, Camat Simpang Empat, Kades Gajah dan perwakilan Polres Karo.

Selanjutnya, ucapan terimakasih secara khusus diarahkan kepada Kolonel Inf. Jusua Ginting S.IP yang merupakan jajaran Markas Besar TNI (Mabes TNI) dari satuan Mabes Komando Strategi Angkatan Darat (Mabes Kostrad), Jakarta. Ucapan spesial itui dinyatakan karena nama Jusua sangat kental di sejumlah stasi Katolik sumut dan karo.

Sementara itu, salah seorang jemaat Katolik SPP Kabanjahe, Junias Bravo Tarigan, SE, mengamini penjelasan Pastor Karolus Sembiring OFM Cap, khususnya peran aktif kolonel jusua menyangkut siosar serta tatanan sosialnya bidang kerohanian terhadap sejumlah warga desa terutama di lingkar sinabung.

“Saya membenarkan penjelasan pastor Karolus Sembiring, soal kondisi siosar serta metode penerapan sosial secara pribadi Kolonel Inf Jusua Ginting S.IP terhadap sejumlah warga jemaat katolik di karo. Walau tidak rutin, tapi saya cukup lumayan sering  mengikuti jejak beliau beserta Tim LSM KCBI Karo

Atas kehendak tuhan, pertama kali sosial yang turut kami didalamnya saat pembangunan Gereja Oikumene Siosar, yang merupakan gagasan Bapak Mayjen TNI (MAR) Sturman Panjaitan, Bapak Pdt. Daniel Tan S bre Karona dan Kolonel Inf. Jusua Gintings S.IP, atas persetujuan ex Panglima TNI Jenderal TNI DR Moeldoko Ginting.

“Selanjutnya, pembangunan Gereja Katolik Jandi Meriah Kec Tiganderket, Gereja Katolik Desa Sirumbia Kecamatan Simpang Empat, Gereja Katolik Barus Jahe, dan paling luar biasa, kronologis pembangunan Gereja GBKP Desa Rumamis Runggun Desa Semangat Kec Barus Jahe Karo, Sumut,” ujar Tarigan.

Ketua Panitia pelaksana kegiatan peletakan batu pertama Gereja Katolik St Theresia Desa Berastepu, Dion Tarigan yang merupakan warga Desa Gajah, Kec Simpang Empat Karo, Sumut, didampingingi Vorghanger Stasi,  dalam sepatah dua kata Minggu, (4/2/2018), mengucapkan terimakasih terhadap seluruh undangan tanpa terkecuali.

Sementara itu, Kolonel Inf. Jusua Gintings S.IP, usai menerima ulos budaya karo (Uis-Red) dari panitia melalui pastor, beliau menyampaikan permohonan maafnya, atas segala keterbatasan yang dilakukan khususnya terhadap warga Desa Berastepu yang dinyatakan merupakan kampung halaman mertuanya.

“Saya memohon maaf, terhadap seluruh warga Desa Berastepu Kec Simpang Empat atas segala keterbatasan, baik dari segi waktu, pikiran dan materi selama dalam peristiwa erupsi sinabung, sejak Tahun 2010 hingga saat ini. Dinamika penerapan aturan dalam penanganan bencana sinabung ini penuh warna warni.

Secara pribadi, saya sangat tidak pantas memberikan amanah terhadap saudari sekalian, karena saya sadari, keberadaan secara saya sebagai anak beru. Sejauh masih belum lari dari analisis logika dalam penentuan hunian saudara-saudari saya yang bermukim diseputaran area simpang empat ini, maka, saya akan tetap mendukung apa yang telah kalian putuskan.

Berkaitan dengan pembangunan Gereja kita ini, saya sudah berkoordinasi dengan panitia, bahwa yang bisa saya berikan adalah material berupa keramik untuk secukupnya. Setelah kami hitung dengan tim teknis, dana yang dibutuhkan kurang lebih Rp. 30.000.000,  (Tiga Puluh Juta Rupiah),” ujar Kolonel Jusua.

Lanjutnya, Kolonel Jusua juga mengamini paparan Pastor Karolus Sembiring OFM Cap, yang setelah diketahuinya termasuk bagian dari keluarganya, terutama berkaitan dengan penataan relokasi siosar. Selama melakukan pengabdian di wilayah Tanah Karo yang kita cintai ini, memang saya tidak terlalu mengungkapnya ke publik.

Alasannya, karena saat start awal melakukan sosial ketika peletakan batu pertama Gereja Oikumene Bahtera Kasih Siosar, Panglima TNI yang saat itu dijabat Bapak Jenderal TNI DR Moeldoko Ginting, bahwa seluruh jajaran TNI di NKRI disarankan, boleh bersosial asal jangan berpolitik. Hal itu menjadi pegangan saya,” kata Jusua.

Tapi, kebanggaan keberadaan Relokasi Siosar bukan semata full atas karya nyata oleh TNI saja, karena penataannya berkesinambungan. Pasca serah terima kunci bangunan rumah huntap, pihak Pemerintah Pusat dan Daerah dalam hal ini BNPB dan BPBD Karo menindaklanjuti penataan lingkungannya.

“Ketepatan, figur yang dipercayai pihak BNPB dan BPBD Karo untuk menata infrastruktur berupa fasum dan fasos di siosar merupakan sosok yang diinginkan medan (lokasi) tanah siosar. Jadi, hasilnya pun sangat lumayan serta sesuai yang diharapkan,” tutup kolonel .

Amatan Metropublika, Minggu, (4/2/2108), acara peletakan  batu pertama Gereja Katolik St. Theresia Stasi Berastepu, Kec Simpang Empat, dimulai pukul 07.00 wib hingga pukul 17.00 wib. Acara yang dihadiri ribuan jemaat katolik serta undangan tersebut turut diwarnai kegiatan lelang guna keperluan biaya awal.

Pada kesempatan itu, panitia pelaksana melelang lagu rohani berjudul “Hidup Adalah Kesempatan” yang dipersembahkan Kolonel Inf. Jusua Ginting S.IP, dengan tawaran tertinggi Rp. 5.000.000, (Lima Juta Rupiah), jatuh ketangan Ir. Robinson S,  yang dikenal seorang konsultan handal berdarah batak tapanuli . (Red-01/ L@mS-Eternal Two Fingers/Pandi Pratama).

Related posts

Leave a Comment