Pariwisata 

PHRI Karo Apresiasi Ekskul Pelajar di DTW

METROPUBLIKA-TANAH KARO | Ketua Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Kabupaten Karo, Dickson S Pelawi, Rabu, (10/1/2018), mengaku mengapresiasi konsep pihak SMA Negeri 2 Kabanjahe dalam upaya peningkatan SDM siswa-siswi baru dari sektor penguasaan bahasa internasional.

 

Diketahui, Kepala SMA N 2 Kabanjahe, Bastaria Sinulingga, M.Pd, melalui Guru Bidang Study Bahasa Inggris Kelas X (Kelas 1) , T Samosir S.Pd, telah menerapkan metode belajar berbasis ekstrakorikuler  “Conversation” bahasa inggris dengan turis asing terhadap pelajar di Daerah Tujuan Wisata (DTW) Berastagi, Karo.

 

Hal itu dinilai sangat konstruktif karena sangat sinkron dengan program pemerintah dan pemerintah daerah dalam hal peningkatan pembangunan destinasi wisata di sumut. Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Karo itu mengaku akan mendukung penuh konsep tersebut.

 

“Kebijakan peningkatan pemahaman dan kelancaran conversation yang dilakukan pihak SMA N 2 Kabanjahe terhadap siswanya sangat selaras dengan program Presiden RI Ke-VII, Ir. H. Joko Widodo, yang digalakkan melalui Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menyikapi potensi wisata di tiap daerah.

 

Hanya saja, kita harap percakapan yang dilakukan para anak didik dengan wisatawan asal negara lain (asing) bermuatan data yang nantinya dapat dikemas dengan rangkaian fasilitas DTW Berastagi, Karo Sumut. Data yang diharapkan dari turis seperti, asal negara, budayanya dan perbedaan waktu.

 

Selanjutnya, bagaimana iklim di negara masing-masing oknum turis asing tersebut, termasuk  makanan favorit dan hobby serta hal-hal lain sebagai penyesuaian bagi turis asing. Selain itu, kita juga diharap meningkatkan sikap ramah meliputi S3 (Senyum, Sapa dan Sentuh),” ujar Dickson.

 

Sementara, 3 (Tiga) orang Tim pelajar dari Kelas X P.MIPA 1 (Kelas 1 Red) SMA Negeri 2 Kabanjahe masing-masing, Rio Abadi Situmorang Pande, (15), Yolanda Putri Oskari Br Karo, (15) dan Putri Natal Nababan (15), yang sebelumnya dikonfirmasi ketika praktek di DTW Berastagi memberikan jawaban positif.

 

Menurut tim pelajar, tugas ekstrakorikuler “Conversation Bahasa Inggris” tersebut dinyatakan atas saran Kepala Sekolah melalui Guru Bidang Study Bahasa Inggris di sekolahnya. Kegiatan bermetode simbiosis mutualisme itu dinyatakan mendapat dukungan dari pihak masing-masing orangtua.

 

Faktanya, Tim Kartauli (Karo Tapanuli) yang terdiri dari 3 oknum siswa-siswi pelajar baru didukung penuh salah seorang orangtua yakni Lamhot Situmorang Pande, bertindak sebagai penasihat tim. Pelajar yang melakukan praktek conversation di DTW Berastagi merincikan hal yang disarankan guru.

 

Kepada wartawan, tim pelajar mengaku merasa bangga ketika mereka dapat berinteraktif langsung dengan sejumlah turis asing disaksikan para warga sekitar. Hanya saja, kata Rio,  untuk penyelesaian perbincangan dengan sebagian tim turis tidak sempurna karena minimnya penguasaan kalimat.

 

Adapun data yang harus didapt tim pelajar dari turis asing, nama turis, asal negara, makanan favorit, hobby, hewan kesayangan dan alasan apa hingga memilih berwisata ke area Berastagi. Data- data yang didapat dinyatakan akan dibingkai dalam satu berkas didukung dengan foto-foto wawancara.

 

Perwakilan orangtua SMA N 2 Kabanjahe yang melakukan tugas ekstrakorikuler bahasa inggris, Lamhot Situmorang Pande, selaku penasihat Tim Pelajar “Kartauli”, kepada sejumlah wartawan, Selasa, (16/1/2018), mengaku sangat semangat dan bangga dengan tugas yang disarankan pihak SMA N 2 Kabanjahe.

 

Hanya saja, sosok aktifis LSM dan wartawan itu berharap agar tugas ekstrakorikuler bahasa inggris tersebut tidak berlaku temporer. Beliau juga berharap agar pihak sekolah menerapkan system agar para siswa-siswi pelajar banyak menghafal tatanan kalimat bahasa inggris yang sering digunakan berkaitan wisata.

 

“Ini tatanan yang tepat dan bermanfaat bagi pelajar dala menyikapi program-program wisata yang digalakkan pemerintah pusat bagi setiap daerah yang dinilai kaya potensi wisata. Nah, DTW Sumut merupakan bagian dari sasaran program tersebut, tentu seluruh elemen, baik masyarakat maupun pemerintah harus segera berbenah.

 

Karena jika dilirik dari apa yang telah direncanakan dan dilaksanakan Presiden RI Ke-VII Bapak Ir. H. Joko Widodo berkaitan peningkatan penataan destinasi wisata indonesia khususnya di Sumut, maka, besar harapan bahwa sektor dunia wisata bakal jadi sumber kehidupan yang menjanjikan.

 

Jadi, kalau kita tidak sedini mungkin berbenah mempersiapkan diri menyikapi tatanan keindahan yang telah di depan mata, maka kita bakal jadi pihak yang gigit jari. Konsep “DARWIS” (Sadar Wisata) sudah saatnya ditata dan diterapkan sejak hari ini,” pinta Lamhot Situmorang. (Mendrat Marbun /Turbo 007/  Friendly RB S /Tim Barisan Reaksi Cepat Membangun Daerah-Tim Baret Merah).

Related posts

Leave a Comment